Hari ini cuaca mendung sekali membuat saya ragu untuk keluar dari rumah, sejenak duduk termenung didepan meja komputer dan memutuskan untuk menulis sesuatu. Terlintas dipikiran untuk mengingat kembali bidang yang dulu saya geluti di sebuah bank asing terbesar di bumi ini (kata majalah forbes lho ya). Ketika itu saya berurusan dengan yang namanya monitoring card transaction. Disini kita di bekali dengan suatu system yang mendeteksi semua transaksi kartu kredit sesuai dengan parameter yang dibuat. Tapi seringkali yang tersulit dari pekerjaan ini justru kejadian yang sebenarnya tidak berhubungan dengan object yang kita monitoring. Ketika banyak sekali card holder yang dengan seenak nya menghubungi kita dan bilang kalo transaksi yang tertera ditagihan tidak sesuai dengan pemakaian nya, Namun setelah kita analisa kecendrungan dari transaksi tersebut adalah genuine dan ketika kita beri penjelasan, banyak sekali cardholder yang tetap teguh mengklaim kalo itu adalah fraud transaction. Seringkali ada dilemma ketika kita harus meproses case yang sebenarnya tidak perlu. Apalagi ketika terkuak kalo kartu sebenarnya pernah dipindah tangan
Dilemanya dimana? Biasanya card holder juga tidak mau kalo sebenarnya ada charge untuk sebuah investigasi yang harus terjadi akibat kelalaian card holder sendiri. Dan yang lebih ekstrim lagi card holder nya bilang saya ga mau tanggung jawab, yang make
Satu kesimpulan saya dari kejadian-kejadian seperti ini bahwa masih banyak diantara para pemegang karti kredit yang tidak aware sama yang nama nya keamanan kartu nya. Terkadang mereka berpikir enteng kalo itu hanya sebuah kartu plastik…tapi giliran digesek orang (apalagi yang limitnya besar) kebakaran jenggot deh.
No comments:
Post a Comment